Senin, Oktober 17, 2011

Kumpulan Materi

RINGKASAN MATERI KULIAH
Mata kuliah  : PERILAKU ORGANISASI
Nama dosen  : NURUNIDZOMI RIDLO, MMPd

Pendahuluan
Apabila berbicara mengenai organisasi maka yang mungkin muncul dalam persepsi umumnya adalah bahwa organisasi itu merupakan sebuah wadah untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan , bahwa organisasi itu senantiasa terdiri dari sekelompok manusia yang diharapkan bekerja sama sedemikian rupa sehingga merupakan kesatuan yang berupaya untuk mengkoordinasi berbagai macam kepentingan , bahwa sebuah orghanisasi dibentuk untuk aneka macam tujuan dan sasaran mungkin ada organisasi bersifat sederhana ada juga organisasi yang bersifat komplek . Semua pernyataan yang muncul tersebut mengandung unsur kebenaran karena semua itu ada dalam organisasi .
Jika diperhatikan dalam kehidupan sekitar kita tidak terlepas dari organisasi karena manusia adalah mahluk sosial yang tidak terlepas dari orang lain maka manusia akan dipengaruhi oleh organisasi baik itu secara langsung maupun tidak langsung .Dalam dunia pendidikan  kita jumpai  adanya organisasi yaitu kepala sekolah sebagi pimpinan organisasi dan para guru dan warga sekolah sebagai bawahan serta kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan .Kita memerlukan surat keterangan penduduk datang ke kantor kelurahan di sana akan menjumpai organisasi perangkat desa dengan lurah sebagai pemimpinnya dan dibantu oleh para stafnya , jika sakit berobat ke rumah sakit akan berurusan dengan organisasi rumah sakit, jika belanja di pasar , barang yang kita beli dihasilkan dari sebuah organisasi yang memproduksi barang tersebut .Manusia bekerja mencari nafkah pad organisasi baik itu pemerintah maupun swasta Di tengah tengah masyarakat ada organisasi non formal keagamaan maupun sosial berupa jam’iyah ataupun kelompok arisan tiap RT dan sebagainya maka kehidupan kita akan selalui berhubungan dengan organisasi.

Apabila kita mempelajari organisasi khususnya teori organisasi maka kita perlu mempelajari strukturnya, prosesnya dan perilaku organisasi .  Berikut ini tabel yang disajikan oleh Geofrey Hutton ( dalam Winardi, 2004 ; 44 ) memberikan penjelasan awal tentang aspek aspek, struktur – proses proses dan perilaku manusia sehubungan dengan organisasi organisasi

Tabel 1
Kerangka kerja ( frame work ) untuk studi tentang organisasi organisasi
Apa organisasi itu
Apa yang mereka miliki
Apa yang  mereka lakukan
Wadah yang terorganisasi
Struktur
Tumbuh
Berkembang mengalami kemunduran 
Mengkombinasi
Membagi
Ia terdiri dari manusia yang melaksanakan kegiatan tertentu
Proses proses
Berkomunikasi
Mengambil keputusan keputusan
Mereka terdiri dari
Perilaku manusia
Memotivasi
Memimpin
Mengembangkan kelompok kelompok
Mengembangkan iklim organisasi

Pengertian Organisasi
Istilah organisasi berasal dari kata Organon  dalam bahasa Yunani yang berarti alat , beberapa definisi dapat kita sampaikan berikut ini :
a.       Chester I Bernard ( 1938 ) ; organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih
b.      Edwin B Filippo;  organisasi adalah sistem hubungan antara sumber daya yang memungkinkan pencapaian sasaran
c.       James D Mooney ; organisasi adalah setiap bentuk kerja sama untuk pencapaian tujuan bersama
d.      Paul Preston dan Thomas Zimmerer ; organisasi adalah sekumpulan orang orang yang disusun delam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi terdapat  tiga unsur yaitu :
1.      Orang orang atau sekumpulan orang
2.      Kerja sama
3.      Serta tujuan yang akan dicapai
Azas azas pokok organisasi
Agar organisasi dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien ada beberapa azas pokok yang dapat dijadikan pedoman antara lain :
a.       Perumusan tujuan
Tujuan merupakan landasan menentukan kebijakan organisasi dalam membentuk syruktur, tata kerja dan aktivitas aktivitas yang harus dilaksanakan
b.      Pembagian tugas pekerjaan
Pambagian tugas pekerjaan sesuai dengan kehliannya dimaksudkan untuk kelancaran tugas organisasi
c.       Pendelegasian kekuasaan
Pelimpahan kekuasaan dari atasan kepa bawahan untuk menjalankan tugas yang dibebankan
d.      Rentangan pengawasan
Jumlah bawahan yang dapat dikontrol secara efektif oleh seseorang
e.       Tingkat tingkat pengawasan
Struktur pengawasan bertingkat membentuk piramida
f.       Kesatuan perintah dan tanggung jawab
Untuk menghindari kesimpang siuran perintah setiap bawahan hanya bertanggung jawab pada satu atasan
Tipologi Organisasi
Pengelompokan jenis jenis organisasi dilakukan dengan kriteria sebagai berikut :
1.      Berdasarkan jumlah orang yang memegang tampuk pimpinan
a.       Bentuk tunggal : Pucuk pimpinan di tangan satu orang
b.      Bentuk Komisi  : Pimpinan organisasi berupa dewan yang terdiri beberapa orang
2.      Berdasarkan lalu lintas kekuasaan
a.       Bentuk lurus ( line organization ) : Kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan dilangsungkan lurus ke pajabat pemimpin kesatuan kesatuan
b.      Bentuk lini dan staf ( line and staff organization ) : Para manajer mangangkat staf ahli untuk membantu pangambilan kaputusan
c.       Bentuk fungsional  : Kekuasaan dilimpahkan melalui para ahli dalam suatu fungsi
3.      Berdasarkan sifat hubungan personal
a.       Organisasi Formal : Setiap bentuk kerja sama dua orang atu lebih diatur dan dipolakan secara resmi dalam rangka mencapai tujuan bersama
b.      Organisasi Informal : Terbentuk dari tingkah laku, perasaan, hasrat dan hubungan bersifat pribadi antara orang orang .
4.      Berdasarkan tujuan
a.       Profit Oriented ,cooperative group : Berorientasi bisnis , mencari keuntungan
b.      Non profit oriented , social group  : Berorientasi sosial
5.      Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani
a.       Organisasi ekonomi :
b.      Organisasi yang bertujuan politik
c.       Organisasi yang bersifat integratif
d.      Organisasi pemelihara organisasi
6.      Berdasarkan kepatuhan
a.       Organisasi Coercive – alienative ,terbentuk karena ketakutan dan keterasingan
b.      Organisasi Renumerative – instrumental ,terbentuk dengan perhitungan mendapatkan balas jasa
c.       Organisasi Normative - moral ,terbentuk dengan pertimbangan norma dan moral
d.      Organisasi Coercive –instrumental ,terbentuk dengan rasa takut dengan harapan untuk mendapatkan imbalan
e.       Organisasi Renimerative – moral ,terbentuk dengan pertimbangan balas jasa luhur nilai kebenaran
f.       Organisasi normative alienative ,didasarkan padanorma norma yang berlaku dan rasa keterasingan
g.      Organisasi coersive- moral,didasarkan rasa takut dan nilai luhur kebenaran
h.      Organisasi renumerative –alienative ,didasarkan harapan mendapatkan imbalan dalam kesadaran akan keterasingan
7.      Beradasarkan pihak pemakai manfaat ( benefit )
a.       Mutual benefit organization ,kemanfaatannya dinikmati anggotanya sendiri
b.      Service organization ,kemanfaatannya dinikmati pelanggan
c.       Busines organization ,laba dinikmati semaksimal mungkin dengan tetap memelihara standar hidup
d.      Commonwealth organization ,kemanfaatannya untuk masyarakat umum
Lingkungan Organisasi
Ada dua faktor lingkungan yang mempengaruhi organisasi yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan intrernal .
1.      Lingkungan eksternal organisasi  
Lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi organisasi meliputi
a.       Lingkungan umum
-          Budaya ( culture ) : Nilai nilai yang dipandang sebagai seperangkat kekuatan yang membentuk corak permainan di dalam organisasi .
-          Iklim Ekonomi ( economic climate ) :Kondisi ekonomi suatu bangsa menampilkan fisik dan jasa untuk menyelenggarakan organisasi yang berkembang di dalamnya .
-          Lingkungan hukum dan politik ( legal and political ) :Aspek politik dan hukum dapat mengikat dan memaksa anggota  untuk tunduk pada aturan organisasi .
-          Lingkungan pendidikan :Organisasi harus menyediakan tenaga terdidik untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya .  
b.      Lingkungan khusus : Menurut Osborn diartikan sebagai sejumlah kekuatan yang terdiri atas organisasi,individu,dan lembaga  yang berinteraksi dengan komponen yang meliputi :
-          Pemasok input ( input suplies ) : tenaga kerja, modal, bahan mentah
-          Penyalur out put ( out put distributors ): dunia perdagangan
-          Pasaing ( competitors)
-          Peraturan pemerintah (goverment yuridiction )
-          Kelompok khusus ( special group ): serikat buruh, kaum profesional
2.      Lingkungan internal organisasi
Lingkungan internal yang berpengaruh terhadap organisasi meliputi :
a.       Tujuan organisasi : Hasil atau keadaan yang diharapkan dapat dicapai yang menuntut perencanaan ,pelaksanaan,dan pengendalian secara seksama .
b.      Struktur organisasi :Distribusi orang orang dengan posisi sosial tertentu dan peranan serta hubungan satu sama lain melalui berbagai saluran ( Blau  1974)
c.       Pengambilan keputusan : Pemilihan tindakan dari sejumlah alternatif yang ada .(McGough :1982 )
d.      Motivasi :Suatu proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara perilaku manusia ke arah pancapaian suatu tujuan ( Greenberg dan Baron  : 1993 )
e.       Komunikasi : Pertukaran informasi antara dua orang atau lebih ( ( Helriegel dan Slocum : 1978 )
f.       Koordinasi : Proses pemanduan tujuan dan kegiatan unit unit yang terpisah departemen atau bidang bidang fungsional dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan secara efisien . ( Stoner : 1982 )
g.      Kepemimpinan : Proses memanfaatkan kekuasaan untuk mendapatkan pengaruh pribadi ( Sukanto Reksohadiprodjo )
h.      Budaya organisasi :Kerangka kerja kognitif yang terdiri ndari sikap,nilai,norma perilaku dan harapan harapan yang dibentuk oleh anggota anggota organisasi .(Grenberg dan Baron :1997)
Dinamika Organisasi
Setaip organisasi mengalami dinamika seiring dengan perjalanan waktu . Ada organisasi yang berkembang semakin besar ada pula yang mengalami kemunduran . Dalam perjalannya organisasi tidak terlepas adanya power dan konflik dalam organisasi.
1.        Power dalam Organisasi
Setiap organisasi masalah power cukup dominan karena menyangkut masalah hubungan manusia .Ketika pimpinan menyuruh bawahan maka pada saat itu power sedang ditanamkan , hasil utama yang diharapkan power adalah kepatuhan tetapi ketika timbul penolakan maka muncullah apa yang disebut konflik .
Pendekatan power
 Menurut Burel dan Morgan ( 1979 )telah mengadakan pendekatan power dan konflik melalui beberapa pendekatan yaitu :
a.       Pendekatan Unitary ( unitary view )   
-          Authority , leadership
-          Konflik sebagai fenomena yang jarang terjadi
-          Konflik hanya terjadi bila terdapat pengacau
b.      Pendekatan Pluralis ( pluralist view )
-          Power sebagai alat untuk mengatasi konflik
-          Sumber power beragam
-          Konflik melekat erat dalam kehidupan organisasi
-          Mengandung potensi yang positif dan bersifat fungsional
c.       Pendekatan Radikal ( radical view )
-          Memandang organisasi sebagai kumpulan elemen elemen dalam suatu struktur komunitas
-          Elemen elemen sebagai refleksi dan seksistensi sharing power
-          Power merupakan sesuatu yang bersifat integral yang disebarkan secara tidak merata .
-          Organisasi dipandang berada dalam pengendalian kelompok yang menguji powernya melalui berbagai manipulasi dan dalam authoritas formal .
Hakekat power
Menurut Greenderg dan Baron ( 1993 ) Power adalah sumber yang memberi kemungkinan kepada seseorang untuk dapat menuntut kepatuhan orang lain yang disebabkan oleh dua hal yaitu posisi dan pribadi .
-          Power merupakan suatu tindakan
-          Penerima power sangat penting untuk membuktikan bahwa power itu ada
-          Hasil yang ditimbulkan oleh power dapat bermacam macam antara lain ada yang kontradiktif yaitu kepatuhan ( complience ) dan konflik
Tipologi power
Menurut Max Weber ( 1947 ) membuat perbedaan power dengan authority yaitu :
-          Power melibatkan paksaan dan ketakutan ( force or  coercion ) didukung penuh oleh pihak atasan
-          Authority tidak melibatkan paksaan tetapi lebih mangandung keadilan ( judgement) ,dipatuhi karena adanya kesadaran yang wajar dan didukung oleh pihak atasan maupun bawahan .
Max Weber membagi power menjadi tiga tipe yaitu :
a.       Tipe tradisional ,berdasar kehendak penguasa
b.      Tipe kharismatik ,berdasar keunggulan karakteristik personal
c.       Tipe legal ,hak pimpinan terhadap bawahan
Dasar  dasar Power
Frence dan Raven mengkasifikasikan power berdasarkan interpersonal yaitu hubungan antara pemegang power dengan penerima power  :
1.      Reward power , kekuatan terjadi karena reward ( imbalan )
2.      Coercive power ,didasarkan atas kemampuan yang dimiliki pemegang power
3.      Legitimate power , penerima power mengakui adanya hak pemegang power
4.      Referent power , power yang tampil manakala bawahan memandang pemegang power sebagai teladan
5.      Expet power , power yang dipatuhi karena pemegang power memiliki pengetahuan tertentu yang tidak dimiliki oleh penerima power
Konsekuensi konsekuensi power
Keterhubungan power membawa beberapa konsekuensi terhadap bawahan antara lain :
-          Complience and involvement  kepatuhan dan  keterlibatan seseorang didorong oleh rasa takut atau kesadaran  
-          Conformity  keterikatan terhadap norma karena rasa takut atau karena kesadaran
-          Perception of authority persepsi terhadap otoritas sebagai aturan, posisi, kompetensi dan atribut pribadi
-          Power and paricipation partisipasi penerima power atas pelaksanaan power semakin meningkatkan power yang dimiliki
-          Power and communication komunikasi antara pamilik power dengan penerima power dipengaruhi oleh tipe dasar dan jumlah power yang digunakan .
2.    Konflik dalam organisasi
Hakekat konflik
Konflik adalah segala macam pertentangan / antagonisme dua orang atau lebih
Tipe tipe konflik
a.       Konflik tujuan ,perbedaan tujuan dalam organisasi
b.      Konflik kognitif , adanya perbedaan pendapat antar individu dalam organisasi
c.        Konflik afektif , adanya perbedaan sikap antar individu dalam organisasi
Penyebab terjadinya konflik
a.       Perbedaan tujuan
b.      Persaingan dan ambisi pribadi dalam hal promosi ,kenaikan upah
c.       Pelakasanaan kerja yang buruk
d.      Overlap dalam tanggung jawab
e.       Kegagalan dalam manajemen
f.       Stress
g.      Ketidak setujuan terhadap imbalan
h.      Prasangka
i.        Salah urus ketidak mampuan mendelegasikan pekerjaan
j.        Perselisihan antar pribadi
k.      Kecerobohan dalam pelaksanaan kerja 
Manajemen konflik
a.       Metode stimulasi konflik
b.      Metode pengurangan konflik
c.       Metode penyelesaian konflik
Penanganan konflik
a.       Identifikasi masalah
b.       Menentukan tujuan yang hendak dicapai
c.       Menentukan kriteria keberhasilan
d.      Menjabarkan alternatif pemecahan
e.       Memilih alternatif terbaik
f.       Percobaan dan penyempurnaan
g.      Pelaksanaan
Perubahan dan perkembangan organisasi
Belum ada kata sepakat dari para peneliti  tentang perubahan dan perkembangn organisasi ada yang berpendapat bahwa istilah pengembangan organisasi berkaitan dengan proses perubahan manajemen ada pula bahwa pengembanagn organisasi sebagai disiplin ilmu tentang perilaku individu dalam organisasi dalam menyesuaikan dan menghadapi perubahan di sekitarnya. 
1.      Tujuan perubahan
 Szilagyi dan Wallace ( 1990 ) Perubahan dan perkembangan organisasi pada dasarnya berkaitan dengan tujuan dan peristilahan yang digunakan . Diantara tujuan tersebut diantaranya :
a.       Meningkatkan kinerja
b.      Memperbaiki motivasi
c.       Meningkatkan kerja sama
d.      Memperjelas komunikasi
e.       Mengurangi kemangkiran dan kleluarnya pegawai
f.       Meminimalkan konflik
g.      Mengurangi biaya
2.      Pendekatan terhadap perubahan organisasi 
Menyikapi adanya tuntutan perubahan organisasi ada dua pendekatan yang dapat dilakukan yaitu pendekatan apa yang dapat diubah  dan pendekatan proses .
a.       Pendekatan apa yang dapat diubah
Harold Leavit ( 1965 )mengidentifikasi menjadi empat pendekatan yaitu :
-          Struktural : perubahan melalui petunjuk, prosedurdan kebijakan yang baru
-          Teknologis : Penataan kembali arus kerja, letak,sarana fisik yang baru
-          Tugas :  berfokus pada kinerja individualdengan menekankan pada motivasi dan rancangan kerja
-          Orang  : modifikasi sikap perilaku keahlian yang dicapai melalui training, seleksi
b.      Pendekatan pada proses perubahan
Lary Greiner mengelompokkan perubahan menjadi tiga yaitu :
-          Unilateral approach     : menempatkan bawahan pad kontribusi nyang sangat minim
-          Shared power :  Pendekatan pada asumsi bahwa kekuasaan dalam organisasi harus digunakan secara berhati hati
-          Delegated power approach  : bawahan berpartisipasi sepenuhnya dalam program perubahan
3.      Faktor faktor yang perlu dipertimbangkan
Para manajer perlu memahami akibat adanya perubahan agar dapat mewaspadai antar lain :
a.       Plan structure : proses perubahan dapat direncanakan terlebih dahulu
b.      Power  : posisi pengambil keputusan
c.       Relationship : perubahan bersifat personal dan impersonal 
d.      Tempo : kecepatan dan kedalaman suati proses
4.      Tahapan perubahan
Kurt Lewin mengemukakan ada tiga tahapan dalam perubahan yaitu :
a.       Unfreezing : kepada orang diberikan rangsangan tentang perlunya perubahan
b.      Freezing : pelaksanaak , aplikasi dan tehnik perubahan
c.       Refreezing  : tindakan penguatan untuk menanmkan keyakinan bahwa perubahan yang baru bersifat permanen
5.      Faktor penghambat perkembangan dan perubahan organisasi
Herbert Kaufman ( 1985) Kegagalan untuk mengadakan perubahan dalam suatu organisasi disebabkan beberpa faktor yaitu :
a.       Hasrat untuk mempertahankan kestabilan yang sudah mapan dan tekut terjadi goncangan apabila mengadakan perubahan .
b.      Pertimbangan lawan lawan yang dihadapi ketika mengadakan perubahan baik it kelompok oposisi, maupun kelompok yang mempertahankan kemapanan
c.       Ketidak mampuan untuk mengadakan perubahan disebabkan oleh pembutaan mental ( pembodohan ) maupuan hambatan sistem
6.      Faktor pendorong perubahan organisasi
Beberapa faktor pendorong adanya perubahan dan perkembangan organisasi diantarnya :
a.       Perubahan secara terpaksa : karena pergantian personil ,deskan masyarakat maupun pemaksaan hukum
b.      Perubahan secara terpaksa  :
-          Adanya motivasi untuk berubah baik secara individu maupun organisasi
-          Penataan penghambat perubahan secara sistemik mislanya import SDM, pemusatan sumberdaya penting, menghindari baiaya lambat mnengahsilkan , mengurangi hambatan administrasi, maupun reorganisasi















DAFTAR PUSTAKA
Djatmiko hidayat.Prof,Dr  (2001), Perilaku Organisasi:  Bandung ; Alf Beta
Sedarmayanti Prof,Dr ( 2009 ) Manajemen Sumber Daya Manusia  : Bandung ; Refika Aditama
Sutrisno Edy.Dr ( 2009 ), Manajemen Sumber Daya Manusia  : Jakata ; Prenada Media Group
Sutrisno Edy.Dr ( 2010 ), Budaya Organisasi : Jakata ; Prenada Media Group
Robin, Steven ( 1995) Teori Organisasi  : Jakarta ; Arcan


















SOAL SOAL LATIHAN
1.      Jelaskan pengertian tentang organisasi dan unsur unsur dasarnya !
2.      Jelaskan tipe organisasi berdasarkan pemegang tampuk pimpinan
3.      Jelaskan lingkungan eksternal yang berpengaruh terhadap organsasi !
4.      Jelaskan lingkungan internal yang berpengaruh terhadap organisasi !
5.      Sebutkan metode mempengaruhi orang lain !
6.      Jelaskan tipologi kepemimpinan !
7.      Jelaskan pandangan lama dan pandangan baru mengenai konflik !
8.      Jelaskan dua pendekatan terhadap perubahan dan perkembangan organisasi
9.      Jelaskan tahapan dalam perubahan organisasi
10.  Sebutkan faktor penghambat perubahan organisasi menurut Herbert Kaufman !














Rambu rambu jawaban
1.      Organisasi adalah sekumpulan orang orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan ( Paul Preston dan Thomas Zimmerer )  . Unsur dasar organisasi terdiri dari
a.       Orang orang ( sekumpulan orang orang )
b.      Kerja sama
c.       Tujuan yang hendak dicapai
2.      Tipe organisasi berdasarkan tampuk pimpinan
a.       Bentuk tunggal : pucuk pimpinan berada pada satu orang semua kekuasaan dan tuags pekerjaan bersumber dan bermuara pada pimpinan
b.      Bentuk komisi  : Pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang .Semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oelh dewan itu sebagai satu kesatuan. Pembagian kekuasaan diantara para anggota diadakan dalam bentuk komisi komisi .
3.      Lingkungan eksternal yang berpengaruh terhadap organisasi adalah :
-          Lingkungan umum
a.        Budaya ( culture ) : Nilai nilai yang dipandang sebagai seperangkat kekuatan yang membentuk corak permainan di dalam organisasi .
b.        Iklim Ekonomi ( economic climate ) :Kondisi ekonomi suatu bangsa menampilkan fisik dan jasa untuk menyelenggarakan organisasi yang berkembang di dalamnya .
c.         Lingkungan hukum dan politik ( legal and political ) :Aspek politik dan hukum dapat mengikat dan memaksa anggota  untuk tunduk pada aturan organisasi .
d.        Lingkungan pendidikan :Organisasi harus menyediakan tenaga terdidik untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya . 
-          Lingkungan khusus
a.       Pemasok input ( input suplies ) : tenaga kerja, modal, bahan mentah
b.      Penyalur out put ( out put distributors ): dunia perdagangan
c.       Pesaing ( competitors)
d.      Peraturan pemerintah (goverment yuridiction )
e.       Kelompok khusus ( special group ): serikat buruh, kaum profesional
4.      Lingkungan internal yang berpengaruh terhadap organisasi
a.    Tujuan organisasi : Hasil atau keadaan yang diharapkan dapat dicapai yang menuntut perencanaan ,pelaksanaan,dan pengendalian secara seksama .
b.    Struktur organisasi :Distribusi orang orang dengan posisi sosial tertentu dan peranan serta hubungan satu sama lain melalui berbagai saluran ( Blau  1974)
c.    Pengambilan keputusan : Pemilihan tindakan dari sejumlah alternatif yang ada .(McGough :1982 )
d.   Motivasi :Suatu proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara perilaku manusia ke arah pancapaian suatu tujuan ( Greenberg dan Baron  : 1993 )
e.    Komunikasi : Pertukaran informasi antara dua orang atau lebih ( ( Helriegel dan Slocum : 1978 )
f.     Koordinasi : Proses pemanduan tujuan dan kegiatan unit unit yang terpisah departemen atau bidang bidang fungsional dalam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan secara efisien . ( Stoner : 1982 )
g.    Kepemimpinan : Proses memanfaatkan kekuasaan untuk mendapatkan pengaruh pribadi ( Sukanto Reksohadiprodjo )
h.    Budaya organisasi :Kerangka kerja kognitif yang terdiri ndari sikap,nilai,norma perilaku dan harapan harapan yang dibentuk oleh anggota anggota organisasi .(Grenberg dan Baron :1997)
5.      Metode mempengaruhi orang
a.       Kekuatan fisik
b.      Imbalan
c.       Sanksi sanksi
d.      Keahlian
e.       Kharisma atau daya tarik
6.      Tipologi kepmimpinan
a.    Tipe otokratik  , pengambilan keputusan ada pada pimpinan bawahan hanya berperan sebagai pelaksana
b.    Tipe paternalistik  , mengambil keputusan sendiri ,hubungan dengan bawahab lebih bersifak kebapakan
c.    Tipe kharismatik ,mengutamakan keseimbangan pelaksanaan tugas dengan huungan bawahan
d.   Tipe laisez fair ,antara orientasi pelaksanaan tugas dengan hubungan bawahan lebih condonng pada hubungan dengan bawahan 
e.    Tipe demokratik ,pengambilan keputusan mengikut sertakan partisipasi bawahan
7.      Pandangan tentang konflik
No
Pandangan lama ( Tradisional )
Pandangan baru (Interaksional )
1
Konflik dapat dihindarkan
Konflik tidak dapat dihindarkan
2
Konflik disebabkan oleh kesalahan kesalahan manajemen dalam perancangan  dan pengelolaan organisasi /oleh pengacau
Konflik timbul karena banyak sebab termasuk struktur organisasi perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan perbedaan dalam persepsi dan nilai nilai pribadi dan sebagainya
3
Konflik menganggu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal
Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai derajat
4
Tugas manajemen adalah menghilangkan konflik
Tugas manajemen adalah mengelola tingkat konflik dan menyelesaikannya
5
Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan penghapusan konflik
Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan tingkat konflik moderat
8.      Pendekatan  perubahan dan perkembanagn organisasi
a.       Pendekatan apa yang dapat diubah
Harold Leavit ( 1965 )mengidentifikasi menjadi empat pendekatan yaitu :
-          Struktural : perubahan melalui petunjuk, prosedurdan kebijakan yang baru
-          Teknologis : Penataan kembali arus kerja, letak,sarana fisik yang baru
-          Tugas :  berfokus pada kinerja individualdengan menekankan pada motivasi dan rancangan kerja
-          Orang  : modifikasi sikap perilaku keahlian yang dicapai melalui training, seleksi
b.      Pendekatan pada proses perubahan
Lary Greiner mengelompokkan perubahan menjadi tiga yaitu :
-          Unilateral approach     : menempatkan bawahan pad kontribusi nyang sangat minim
-          Shared power :  Pendekatan pada asumsi bahwa kekuasaan dalam organisasi harus digunakan secara berhati hati
-          Delegated power approach  : bawahan berpartisipasi sepenuhnya dalam program perubahan
9.      Tahapan perubahan organisasi
Kurt Lewin mengemukakan ada tiga tahapan dalam perubahan yaitu :
a.    Unfreezing : kepada orang diberikan rangsangan tentang perlunya perubahan
b.    Freezing : pelaksanaak , aplikasi dan tehnik perubahan
c.    Refreezing  : tindakan penguatan untuk menanmkan keyakinan bahwa perubahan yang baru bersifat permanen
10.  Faktor penghambat perubahan organisasi
Herbert Kaufman ( 1985) Kegagalan untuk mengadakan perubahan dalam suatu organisasi disebabkan beberpa faktor yaitu :
a.    Hasrat untuk mempertahankan kestabilan yang sudah mapan dan tekut terjadi goncangan apabila mengadakan perubahan .
b.    Pertimbangan lawan lawan yang dihadapi ketika mengadakan perubahan baik it kelompok oposisi, maupun kelompok yang mempertahankan kemapanan
c.    Ketidak mampuan untuk mengadakan perubahan disebabkan oleh pembutaan mental ( pembodohan ) maupuan hambatan sistem







Tidak ada komentar:

Posting Komentar